Pada 28 Maret 1854 Kekaisaran Rusia menyatakan perang terhadap negara-negara sekutu di Eropa yang terdiri atas Prancis, Inggris Raya, Kerajaan Sardinia, dan Kekaisaran Ottoman. Perang pun meletus dan terpusat di Semenanjung Crimean di bagian barat Turki. Perang yang membara hingga tahun 1856 ini kemudian dikenal sebagai Perang Crimean.

Kabar tentang kebrutalan Perang Crimean, juga penderitaan para tentara dan korban perang, menggugah hati seorang perempuan Inggris, Florence Nightingale. Dia kemudian merekrut, melatih, dan mempekerjakan sekelompok perawat dan berangkat ke Turki untuk memberikan bantuan perawatan medis.

Florence Nightingale lahir 12 Mei 1820 dari keluarga Inggris kaya yang tinggal di Italia. Nama depannya diambil dari kota tempat ia lahir, Florence. Dengan status sosialnya Nightingale bisa hidup mewah. Namun, panggilan jiwa mendorongnya untuk memilih kehidupan yang kala itu dianggap tidak masuk akal. Meski ditentang keluarganya, Florence Nightingale menetapkan hati untuk mengabdikan diri pada dunia keperawatan. Padahal profesi perawat pada masa itu dipandang dengan sebelah mata, tak beda dari tukang masak.

Pada Desember 1844 terjadi kematian massal kaum miskin di kamp pekerja di London. Nightingale pun menuntut peningkatan perawatan medis bagi kaum miskin. Dia bergabung untuk mendukung Charles Villiers, Presiden Poor Law Board. Aktivitas ini mendorongnya aktif dalam menuntut reformasi Undang-undang Kemiskinan, jauh melampaui tuntutan sebelumnya, yaitu perawatan medis bagi kaum miskin.

Tahun 1846 dia mengunjungi Kaiserswerth, Jerman. Di sana Nightingale belajar lebih banyak tentang rumah sakit pertama di negara itu yang dirintis Theodore Fliedner dan dikelola oleh seorang Lutheran. Nightingale amat terkesan oleh kualitas perawatan, komitmen, serta praktik-praktik yang dilakukan para Lutheran di rumah sakit itu.

Karier pertama Nightingale sebagai perawat dimulai tahun 1851, saat mengikuti pelatihan di Jerman. Pada 22 Agustus 1853 dia memegang posisi sebagai superintenden pada Institute for the Care of Sick Gentlewomen di Upper Harley Street, London.

Menata Sistem Perawatan

Pada 21 Oktober 1854 Nightingale beserta 38 tenaga sukarela didikannya berangkat ke Turki. Setelah melewati rute sejauh 545 kilometer dan menyeberangi Laut Hitam, pada November 1854 rombongan itu tiba di Scutari, markas tentara Inggris. Nightingale mendapati kondisi para tentara yang terluka demikian mengenaskan. Kondisi buruk itu lebih disebabkan kurangnya tenaga medis, minimnya persediaan obat-obatan, nilai higienis yang terabaikan, infeksi massal, serta tak adanya peralatan untuk memproses makanan.

Nightingale dan timnya segera bekerja. Mereka membersihkan rumah sakit dan peralatan medis serta memperbaiki perawatan pasien. Kerja keras Nightingale dan kawan-kawannya berhasil menekan angka kematian di Scutari. Kenyataan itu mendorong pemerintah Inggris untuk mengirimkan komisi sanitasi pada Maret 1855.

Nightingale yakin tingginya angka kematian pada Perang Crimean disebabkan suplai gizi yang buruk serta kelelahan. Dia kemudian menyerahkan bukti-bukti yang dikumpulkannya kepada Komisi Kerajaan yang bertanggung jawab atas kesehatan tentara. Berdasarkan bukti-bukti tersebut dia yakin kematian para tentara di rumah sakit lebih karena kondisi rumah sakit yang buruk

Pada 7 Agustus 1857 Nightingale kembali ke Inggris dan disambut sebagai pahlawan. Sepulang dari Scutari, dia memainkan peran penting dalam pengesahan Komisi Kerajaan atas Kesehatan Tentara, yang memilih Sidney Herbert sebagai ketua. Florence Nightingale tidak terpilih sebagai ketua karena pada masa itu perempuan tidak dapat menduduki posisi sebagai ketua sebuah komisi kerajaan.

Nightingale menyumbangkan 45 ribu poundsterling untuk mendirikan Nightingale Training School di St Thomas Hospital pada 9 Juli 1960 (kini dikenal sebagai Florence Nightingale School of Nursing and Midwife, bagian dari King’s College London). Kelas Nightingale pertama diadakan pada 16 Mei di tahun yang sama di Liverpool Workhouse Infirmary. Nightingale juga berkampanye dan mengumpulkan dana untuk Royal Buckinghampshire Hospital di Aylesbury yang berdekatan dengan rumah keluarganya.

Nightingale kemudian menulis Notes on Nursing yang terbit tahun 1860. Buku tipis 136 halaman ini menjadi buku pegangan untuk Nightingale School dan sekolah keperawatan lain.

Nightingale mendapat anugerah Royal Red Cross oleh Ratu Victoria pada 1883 dan menjadi perempuan pertama penerima anugerah Order of Merit tahun 1907. Pada tahun 1908 dia memperoleh penghargaan Honorary Freedom oleh City of London.

Pada 13 Agustus 1910 Nightingale wafat karena fatigue syndrome kronis yang menderanya sejak 1896. Perjuangan Florence Nightingale menginspirasi para juru rawat pada masa perang sipil Amerika. International Council of Nurses (ICN) merayakan hari lahir Florence Nightingale sebagai Hari Perawat Internasional.

Pada 1953 Dorothy Sutherland, pegawai Departemen Kesehatan, Pendidikan, dan Kesejahteraan Amerika Serikat, meminta Presiden Eisenhower mengesahkan tanggal 12 Mei sebagai Hari Perawat, namun ditolak. Upaya mengenang dan menghargai perjuangan dan pengorbanan Florence Nightingale dalam merintis sistem kerja juru rawat yang profesional dan modern itu baru terwujud pada Januari 1974.

(wikipedia/nursingworld/ILO) dalam http://www.vhrmedia.com/vhr-corner/artikel,Hari-Perawat-Internasional-Mereka-yang-Bekerja-dengan-Hati-11.html